GuidePedia

0
1. Plunger (mekanisme pasokan bahan bakar)
Fungsi plunger adalah untuk menekan atau mengkompresikan bahan bakar solar sehingga bahan bakar yang keluar dari pompa injeksi memiliki tekanan. Pembahasan Plunger (mekanisme pasokan bahan bakar) dapat dibaca di Pump Plunger









2. Delivery Valve 
Delivery valve terdiri dari katup dan dudukan katup. Katup bergerak secara vertikal di dalam rumah katup untuk melakukan dua fungsi sebagai berikut
a. Pencegahan aliran balik
1) Jika ruang plunger dan nozzel secara konstan saling terbuka, waktu jeda antara elemen pompa mulai memompa bahan bakar hingga nozzel mulai menyemprotkan bahan bakar akan meningkat, dan akan mempengaruhi nozzel dalam menghentikan semprotan bahan bakar saat injeksi bahan bakar selesai




2) Sehingga pada saat yang sama pasokan bahan bakar selesai, spring katup delivery akan menekan katup ke bawah, menyebabkan katup bersentuhan dengan rumah pompa. Pada akhirnya, pipa injeksi akan tertutup dari sisi plunger







b. Fungsi menarik balik
Katup bergerak lebih jauh ke bawah hingga kerucut katup bersentuhan dengan rumah katup. Volume pipa baja meningkat sesuai dengan pergerakan katup ke bawah. Ini akan menyebabkan tekanan pada pipa baja berkurang dan memperbaiki kemampuan nozzel dalam menghentikan injeksi bahan bakar, sehingga mencegah nozzel meneteskan bahan bakar. Volume tarikan balik pada katup delivery dapat bervariasi seperti pada gambar.



3. Pump Housing
a. Agar komponen dapat dipasang pada tempat yang benar dan beroperasi dengan baik, berbagai lubang dibuat pada housing pompa. Termasuk lubang oli, dan lubang untuk memasukkan tappet, elemen pompa, dan rack kontrol. 
b. Baut adaptor, pin, stud feed pump, dan baut bleeder udara terpasang pada housing pompa tipe A. 
c. Pin beralur berguna untuk menentukan lokasi silinder. Baut adaptor digunakan untuk mencegah campuran alumunium housing pompa terkikis arus dari aliran balik bahan bakar menuju ruang bahan bakar dari lubang masuk ketika injeksi selesai. Baut adaptor sudah melalui pemanasan agar tidak terkikis.





4. Camshaft
a. Camshaft mempunyai tonjolan yang menggerakkan plunger secara vertikal sesuai dengan urutan injeksi, dan tonjolan untuk menggerakkan feed pump. Camshaft digerakkan oleh drive shaft mesin atau drive gear


b. Terdapat tiga bentuk dasar cam. Eksentrik cam umumnya digunakan untuk menggerakkan feed pump. Dual-tangent cam atau tangent-arc cam digunakan untuk menggerakkan plunger. Cam holdback, yang berfungsi untuk mencegah putaran balik camshaft. Meninggikan dan merendahkan bagian eksentrik cam dilakukan dengan simetris, memungkin pergerakan yang halus. Serupa dengan eksentrik cam, dual tangent cam juga simetris. Hal ini disebabkan karena dual tangent cam dapat melakukan gerakan vertikal yang cepat, dan dapat memasok bahan bakar ke plunger dalam waktu singkat. Untuk mempercepat plunger agar lebih cepat dari arc cam, tangen arc cam menggunakan bentuk tangen untuk bagian tonjolannya. Untuk meminimalisir fluktuasi torsi putaran yang diterima camshaft, bagian bawah tangen arc cam dibentuk agak sedikit menurun, hingga membentuk bentuk yang tidak simetris

5. Tapered Roler Bearings
a. Tapered roller bearing mempunyai kapasitas beban yang besar dan dapat secara simultan menerima beban radial (beban tegak lurus terhadap shaft) dan beban dorongan (beban dengan arah aksial). 
b. Karena putaran tapered roller bearing luar dan dalam terpisah, mereka dapat dipasang terpisah. Sehingga jika diperlukan penyesuaian celah dapat dilakukan dengan mengatur jarak antara keduanya



6. Center bearings
a. Untuk mencegah bengkoknya camshaft, pada pompa injeksi untuk 6 silinder atau lebih yang menggunakan plunger dengan diameter besar dan bekerja pada putaran tinggi, maka digunakanlah center bearing. Untuk itu bagian camshaft yang menghadap bearing dibuat licin. 
b. Center bearing terbuat dari tembaga atau berbahan dasar baja, yang merupakan bidang gesek. Center bearing dipasang pada housing pompa menggunakan baut






7. Tappet
a. Bagian tappet yang bersentuhan dengan cam dilengkapi dengan roller. Tappet roller dipasang pada tappet unit melalui pin roller. Bagian kepala tappet dilengkapi dengan mekanisme pengaturan yang digunakan untuk mengatur interval anatar silinder. 
b. Terdapat dua mekanisme pengaturan: tipe adjustmen baut yang menggunakan baut pengatur, dan tipe adjustmen shim yang menggunakan shim pengatur. Tipe adjustmen shim biasanya digunakan pada mesin berkecepatan tinggi






8. Control Sleeve dan Control Pinion
a. Control sleeve tempat dipasangnya control pinion terdapat pada silinder. Ia dapat diputar dengan bebas di silinder. Kipas penggerak plunger terdapat pada bagian bawah control sleeve. Saat digerakkan oleh putaran camshaft, plunger bergerak secara vertical sesuai celah pada sleeve. Memutar conrol pinion akan menyebabkan control sleeve berputar. Dan plunger juga akan berputar di dalam silinder





b. Control pinion dipasang pada bagian atas control sleeve menggunakan baut clamp pinion. Ia dapat berputar bebas pada silinder. Dikarenakan control pinion terkait dengan gir rack control, control pinion merubah gerak linier menjadi gerak rotasi pada control sleeve. Gerakan ini diteruskan ke plunger








9. Control Rack
a. Control rack terdiri dari gigi gir yang ukurannya sama dengan gigi gir pinion control. Rack control dipasang pada lubang pemasangan rack di housing pompa
b. Gerakan rack kontrol diteruskan pinion control dan control sleeve, dan akan memutar plunger. Ini akan menyebabkan posisi plunger bergerak sesuai dengan silinder, hingga merubah volume injeksi bahan bakar. Racj kontrol terhubung dan digerakkan oleh governor





Post a Comment

 
Top