GuidePedia

0

CARA KERJA AC MOBIL
Mobil ber ac adalah kebutuhan dan dapat dibayangkan bagaimana rasanya berada ditengah kemacetan lalu lintas dengan udara yang panas sementara itu ac mobil sedang tidak bekerja. Untuk menghasilkan udara yang dingin di dalam kabin terdapat beberapa komponen yang bekerja secara bersama untuk mendinginkan kabin, dan itulah fungsi dari ac mobil. Sistem kerja Air Conditioner pada mobil atau prinsip serta cara kerja ac mobil adalah dengan cara mensirkulasikan refrigerant atau freon pada komponen ac mobil yang merupakan sirkulasi tertutup ketika ac mobil dinyalakan.
Cara Kerja Ac Mobil
Siklus ac mobil atau sirkulasi refrigerant pada sistem ac mobil bisa di lihat pada gambar di atas yang bisa di jelaskan sebagai berikut:
  1. Kompressor ac berputar menghisap freon pada sisi tekanan rendah dan memompa gas refrigerant menuju kondensor ac dalam kondisi bertekanan dan bertemperatur tinggi, selanjutnya freon yang bertekanan tinggi dan berupa gas di rubah menjadi cair oleh kondensor ac.
  2. Freon yang berbentuk cair melewati receiver drier untuk di saring atau difilter jika terdapat kotoran
  3. Setelah melewati receiver drier freon cair bertekanan tinggi menuju expansi valve melewati saluran sempit pada expansi valve dan di kabutkan pada evaporator atau di rubah wujudnya dari cair menjadi gas.
  4. Dari evaporator selanjutnya gas refrigerant atau freon kembali dihisap oleh kompressor dan siklus berulang dari awal.
Gambar Letak Komponen Ac Mobil

Komponen utama ac mobil dan Fungsinya:
1. Kompressor ac
Kompressor ac bekerja atau berputar bersama putaran mesin menghisap gas freon dari evaporator dan memompa atau menekan gas refrigerant menuju kondensor ac. Di dalam kompresor ac terdapat oli kompresor atau oli khusus ac mobil yang berfungsi untuk pelumasan.
Ada 3 kerja yang dilakukan oleh kompresor yaitu:
Fungsi penghisap: proses ini membuat cairan refrigerant dari evaporator dikondensasi dalam temperatur yang rendah ketika tekanan refrigerant dinaikkan.
Fungsi penekanan: proses ini membuat gas refrigerant dapat ditekan sehingga membuat temperatur dan tekanannya tinggi lalu disalurkan ke kondensor, dan dikabutkan pada temperatur yang tinggi.
Fungsi pemompaan: proses ini dapat dioperasikan secara kontinyu dengan mensirkulasikan refrigerant berdasarkan hisapan dan kompresi

2. Kopling magnet
Upaya hubungan kompresor dengan motor penggeraknya dapat diputuskan dan dihubungkan (pada saat AC dihidupkan dan dimatikan), maka kita perlukan sebuah kopling magnet yang dipasang pada poros kompresor, bersama roda puli.
Bila sakelar dihubungkan, magnet listrik akan menarik plat penekan sampai berhubungan dengan roda pulley dan poros kompresor terputar.
Pada waktu sakelar diputuskan pegas plat pengembali akan menarik plat penekan sehingga putaran motor penggerak terputus dari poros kompresor (putaran mesin hanya memutar puli saja).
3. Kondensor ac
Kondensor di dalam sistem air conditioner merupakan alat yang digunakan untuk merubah gas refrigrant bertekanan tinggi menjadi cairan. Alat tersebut melakukan cara ini dengan menghilangkan panas dari refrigerant ke temperature atmosfir.
Kondensor terdiri dari coil dan fin yang berfungsi mendinginkan refrigerant ketika udara tertiup diantaranya. Kondensor ditempatkan didepan radiator yang pendinginanya dijamin oleh kipas.
Untuk refrigrant jenis R-134a menggunakan kondensor jenis parallel flow untuk memperbaiki efek pendinginan udara. Dengan cara itu maka efek pendinginan udara dapat diperbaiki sekitar 15% sampai 20%.

4. Receiver Drier
Receiver drier merupakan tabung penyimpan refrigerant cair, dan ia juga berisikan fiber dan desiccant (bahan pengering) untuk menyaring benda-benda asing dan uap air dari sirkulasi refrigerant. Receiver-drier menerima cairan refrigerant bertekanan tinggi dari kondensor dan disalurkan ke katup ekspansi. Receiver drier terdiri dari main body filter, desiccant, pipe, dan side glass. Cairan refrigerant dialirkan ke dalam pipa untuk disalurkan ke katup ekspansi melalui outlet pipe yang ditempatkan pada bagian bawah main body setelah tersaringnya uap air dan benda asing oleh filter dan desiccant.

Filter / Reciever drier mempunyau 3 fungsi, yaitu 
Menyimpan refrigrant
Menyaring benda-benda asing dan uap air dengan desiccant dan filter agar tidak bersirkulasi pada sistem AC.
Memisahkan gelembung gas dengan cairan refrigrant sebelum dimasukkan ke katup ekspansi

5. Expansi Valve
Expansi valve - merupakan saluran sempit tempat mengalirnya refrigerant cair bertekanan tinggi dari receiver drier menuju evaporator. Refrigerant cair bertekanan tinggi ketika melewati saluran expansi valve yang sempit dan terjadi pengabutan.

6. Evaporator atau Cooling Unit
Pengabutan yang terjadi di expansi valve kemudian di salurkan di dalam evaporator dan terbentuk udara dingin di kisi-kisi evaporator, kemudian hembusan angin dari blower melewati kisi evaporator sehingga udara dingin bisa di rasakan di dalam kabin. Pada cooling unit selain terdapat Evaporator juga didalamnya terdapat blower, resistor blower, expansi valve, thermo-switch elektronik atau thermo-switch tipe gas (thermostat ac mobil), aktuator dan heater.

7. Blower
Blower berfungsi untuk menghembuskan udara melewati evaporator. Blower ini yang menjadi ventilator dari sistem ventilasi mobil. Ketika kita nyalakan blower, maka motor blower akan berputar dan udara akan berhembus dari bagian luar melewati evaporator dan keluar melalui kisi-kisi AC.





8. Thermostat
Jika suhu pengabutan refrigrant menurun dibawah 0oC maka akan terbentuk pembekuan (frost) pada fin evaporator dan hal ini menyebabkan menurunya aliran udara serta kapasitas pendinginan menurun. Untuk mencegah seperti pembekuan / frosting ini, dan agar temperatur ruang dalam kendaraan dapat disetel sesuai dengan suhu yang diinginkan, maka thermostats dipasangkan.
Alat berupa saklar ini terpasang pada evaporator case dengan pipa kapilernya terpasang dan terbungkus rapat pada pipa saluran masuk evaporator. Thermostat dihubungkan ke magnetic clutch pada kompresor secara seri. Thermostat akan melepaskan magnetic clutch ketika temperatur permukaan evaporator fin ada dibawah sekitar 1 C dan akan menghubungkan magnetic clutch dengan kompresor ketika suhunya telah mencapai > 4 C

9. Cooling fan
Fungsi cooling fan ternyata bukan hanya sebagai pendingin radiatior, tetapi cooling fan juga berfungsi mendinginkan kondensor yang terletak didepan radiator mobil. Sehingga ketika kita menyalakan AC pasti kipas pendingin akan berputar meski suhu mesin masih dingin. Cooling fan bekerja dengan membuat hembusan udara melewati kondensor sehingga suhu freon didalam kondensor bisa berkurang






10. High pressure hose
Fungsi high pressure hose adalah sebagai saluran yang mengalirkan freon cair bertekanan tinggi. Umumnya selang tekanan tinggi ini memiliki diameter yang lebih kecil dibandingkan selang low pressure.
Hal tersebut ditujukan agar terjadi perbedaan tekanan antara sisi high pressure dan low pressure, sehingga didalam expansion valve mampu terjadi spraying.
11. Low pressure hose
Fungsi low pressure hose adalah untuk menyalurkan freon berwujug gas tekanan rendah dari evaporator kembali ke kompresor. Berbeda dengan high pressure hose, selang ini memiliki diameter lebih besar dan cenderung tahan bocor. Karena hanya menampung freon bertekanan rendah.

Post a Comment

 
Top